Minggu, 04 Maret 2012

ASUS Luncurkan Kartu Grafis Berpendingin Pasif Terbaik

Kartu grafis HD 6770 DirectCU Silent menawarkan sistem pendinginan revolusioner, dengan tingkat kebisingan 0dB yang menunjang kebutuhan gaming dan multimedia

ASUS HD 6770 DirectCU Silent, sebagai sebuah kartu grafis tanpa kipas terbaik dan tehebat. Kartu grafis ini benar-benar hening dan 16%* lebih dingin dibanding pendingin pasif kebanyakan. ASUS Direct CU Silent tak hanya mendongkrak kinerja, namun juga memberikan kenyamanan yang lebih saat menjalankan berbagai aplikasi multimedia ataupun berbagai game terkini.

ASUS EAH6770 DC SL/2DI/1GD5, kartu grafis dengan pendingin pasif, tingkat kebisingan 0dB, ideal untuk multimedia dan gaming


Teknologi DirectCU Silent dengan Heatsink 95%* Lebih Luas Sehingga 16%* Lebih Dingin
Thermal engineer ASUS telah mengembangkan teknologi pendinginan eksklusif DirectCU. Teknologi ini menggunakan heat pipe berbahan tembaga yang bersentuhan langsung dengan core GPU untuk mempercepat proses pelepasan panas, menurunkan temperatur dan kinerja yang lebih baik. Berangkat dari teknologi ini, engineer ASUS telah berhasil menciptakan kartu grafis menggunakan solusi pendingan dengan tingkat kebisingan 0dB yang paling efisien. Penggunaan DirectCU Silent telah diterapkan pada sejumlah kartu grafis ASUS seri sebelumnya seperti GT 430, GT 440, GTS 450 dan HD 6670, serta kini HD 6770. Pada kartu grafis dengan teknoogi DirectCU Silent memiliki permukaan pendingin yang 95%* lebih luas dan mampu mendinginkan hingga 16%* lebih dingin dibanding pendingin pasif kebanyakan, hasilnya peningkatan kinerja dan produk dengan umur pakai yang lebih lama.

Super Alloy Power Memperpanjang Umur Produk dan Meningkatkan Kinerja
Super Alloy Power dengan campuran alloy eksklusif yang dikembangkan oleh ASUS digunakan pada komponen catuan daya yang lebih tahan panas. Berkat komponen Super Alloy Power dapat mempercepat kinerja hingga 15%*, memperluas kemungkinan overclocking dan memperpanjang umur pakai kartu grafis hingga 2,5* kali lebih lama dibanding kartu grafis kebanyakan.

Performa Pendinginan dan Gaming yang Kian Stabil
ASUS HD 6770 DirectCU Silent sudah mendukung DirectX® 11 dan dibekali dengan 800 stream processor dan 40 texture unit, serta memori video 1GB GDDR5. Dengan spesifikasi seperti ini, berbagai game terkini dengan resolusi HD bisa berjalan mulus pada setting medium dan high, dan fitur ini jarang ditemukan pada kartu grafis berpendingin pasif sebelumnya. HD 6770 DirectCU Silent adalah pilihan yang tepat bagi pengguna yang mendambakan komputer yang hening namun bertenaga untuk kebutuhan multimedia dan gaming.

Highlight produk
  • ASUS Direct CU Silent adalah pilihan kartu grafis berpendingin pasif terbaik. Tingkat kebisingan 0dB, 16%* lebih dingin ketimbang kartu grafis berpendingin pasif lainnya, sehingga sangat cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan multimedia dan gaming.
  • Untuk pelepasan panas yang lebih cepat, heatsink pada HD 6770 DirectCU Silent memiliki permukaan 95% lebih luas dibanding kartu grafis referensi.
  • Komponen eksklusif ASUS Super Alloy Power memberikan peningkatan kinerja hingga 15%* dan memperpanjang umur produk 2,5* kali lipat lebih lama.
  • HD 6770 DirectCU Silent dilengkapi dengan memori video 1GB GDDR5 untuk tampilan gaming HD dengan mengaktifkan berbagai fitur penunjang.



 sumber : http://id.asus.com/News/8apMTwSol2MAtM4I/

Sabtu, 03 Maret 2012

Data Manipulation Language dan Entity Relational Diagram

Tak bosan-bosannya saya memposting artikel mengenai Database, kali ini pembahasan yang saya jabarkan mengenai data manipulation language dan entity relational diagram. Pada postingan ini lebih ditekankan kepada atribut, fungsi diagram ER, simbol-simbol utama pada diagram ER, kardinalitas diagram ER, dan yang dimaksud dengan spesialisasi dan juga generalisasi.

Atribut berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah). Setiap Entitas pasti memiliki Atribut yang mendeskripsikan karakteristik dari Entitas tersebut. Penentuan/pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data. Penetapan atribut bagi sebuah entitas umumnya memang didasarkan pada fakta yang ada, tetapi tidak selalu seperti itu. Istilah atribut sebenarnya identik dengan pemakaian kolom data. 

Diagram ER atau yang sering disebut Entity Relational Diagram, merupakan sebuah konsep yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan dan didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entiti & relasi diantar objek-objek tersebut. Diagram ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang dilakukan. Diagram ER pertama kali dideskripsikan oleh Peter Chen yang dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak. 

Entity Relational Diagram memiliki 4 simbol utama yang didalamnya memiliki kegunaan masing-masing. Keempat simbol utama itu antara lain :

Entity. Entity digunakan untuk menerapkan integritas pada tingkat Entity (Tabel), agar setiap Instances (Record/Baris) pada suatu Entity bersifat Unique yang disebut sebagai Primary Key sehingga dapat dibedakan antara yang satu dengan yang lainnya.

Relasi. Relasi digunakan utk menghubungkan beberapa tabel, sehingga data–data yang disimpan dalam tabel tetap normal. Dalam mySQL relasi antar tabel dapat dibuat jika tipe tabel tersebut innoDB. Secara otomatis saat membuat tabel baru, tipe tabel adalah MyISAM sehingga perlu merubah ke tipe innoDB terlebih dahulu.

Atribut. Setiap Entitas pasti memiliki Atribut yang mendeskripsikan karakteristik dari Entitas tersebut. Penentuan/pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data. Penetapan atribut bagi sebuah entitas umumnya memang didasarkan pada fakta yang ada, tetapi tidak selalu seperti itu. Istilah atribut sebenarnya identik dengan pemakaian kolom data. 

Garis. Merepresentasikan hubungan atribut ke set entitas & set entitas ke relasi. 

Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entitas yang dapat dihubungkan ke satu entity lain dengan suatu relasi. Kardinalitas pemetaan meliputi :
1. Hubungan satu ke satu (one to one).
•       Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B.
2. Hubungan satu ke banyak (one to many)
•       Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B. Satu entity dalam B dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam A.
3. Hubungan banyak ke satu (many to one)
•       Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B. Satu entity dalam B dapat dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.
4. Hubungan banyak ke banyak (many to many).
•       Satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B, dan satu entity dalam B dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.

Proses mendesain subgrup di dalam suatu entity disebut dengan spesialisasi. Suatu himpunan entitas bisa memiliki suatu subgrup yang berbeda diantara entitas-entitas lain dalam himpunan tersebut. Misalnya suatu sub himpunan entitasd alam suatu himpunan entity bisa memiliki atribut yang berbeda dari entity-entiti lain. Model E-R memiliki fasilitas untuk perbedaan ini. Setiap tipe account ini diterangkan dengan himpunan atribut yang termasuk dalam atribut-atribut dari entitas account ditambah dengan atribut tambahan. Contoh entity saving-account diterangkan dengan atribut interest-rate, dan checking-account diterangkan dengan overdraft-amount. Proses spesialisasi mengijinkan pembedaan account berdasarkan tipe account. Account juga dapat dibedakan dengan cara lain, misalkan berdasarkan tipe kepemilikkan menjadi commercial-account dan personal-account. Ketika dalam suatu entitas dibentuk lebih dari satu proses spesialisasi, maka suatu entitas menjadi milik dua spesialisasi tersebut. Misal suatu account bisa merupakan suatu personal account dan suatu checking account. Dalam diagram E-R, spesialisasi dilambangkan dengan komponen segitiga bertuliskan ISA. ISA juga melambangkan hubungan antara superclass-subclass. Entity yang dengan kedudukkan lebih rendah/tinggi memiliki lambang sama.

Disamping proses desain top-down (dari inisial entitas ke level lebih rendah (subgrup)), desain juga dapat dilakukan dengan proses bottom-up, yaitu banyak entitas disintesiskan menjadi entity yang lebih tinggi berdasarkan kesamaan feature-nya. Desainer basis data mungkin mengidentifikasi terlebih dulu entitas checking-account dengan atribut account-number, balance dan overdraftamount. Ditemukan juga entity set saving-account dengan atribut account-number, balance dan interest-rate. Terdapat kesamaan antara entitas checking-account dengan entitas saving-account, yaitu keduanya memiliki beberapa atribut yang sama. Persamaan ini dapat diekspresikan dengan generalisasi.

Minggu, 26 Februari 2012

Data Definition Language dan Perancangan Basis Data

Postingan yang tidak jauh dari pembahasan tentang masalah Basis Data. Dan potingan ini merupakan kali ke tiga saya membahas mengenai basis data. Pasti sudah tidak heran lagi apa itu basis data. Karena pada postingan sebelumnya saya sudah membahasnya dengan rinci.
 
Siklus hidup aplikasi basis data berhubungan dengan siklus hidup sistem informasi. Siklus kehidupan sistem informasi sering disebut macro life cycle, dimana siklus kehidupan basis data merupakan micro life cycle. Proses perancangan basis data merupakan bagian dari siklus hidup sistem informasi.
Tujuan utama dari perancangan basis data adalah sebagai berikut :
  • Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
  • Memudahkan pengertian struktur informasi
  • Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).
 Siklus Hidup Sistem Informasi

Siklus kehidupan sistem informasi sering disebut macro lifecycle, dimana siklus kehidupan basis data merupakan micro lifecycle.
Aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan basis data sebagai micro life cycle dan termasuk fase-fasenya sbb :
1.    Database planning
Di aktifitas ini akan disusun bagaimana langkah-langkah siklus hidup dapat direalisasikan secara lebih efisien dan efektif.
2.    System definition
       Definisi ruang lingkup basis data (misal : para pemakai, aplikasi-aplikasinya, dsb.)
3.    Design
    Pada bagian dari fase ini, perancangan sistem basis data secara konseptual, logikal dan fisik dilaksanakan
4.    Implementation
      Pemrosesan dari penulisan definisi basis data secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang kosong, dan implementasi aplikasi-aplikasi software.
5.    Loading atau Data Conversion
       Basis data ditempatkan baik secara memanggil data secara langsung ataupun merubah file-file        .......yang ada ke dalam format sistem basis data dan memangggilnya kembali.
6.    Application Conversion
      Beberapa aplikasi software dari suatu sistem sebelumnya dikonversikan ke suatu sistem yang baru.
7.   Testing dan Validation
       Sistem yang baru ditest dan diuji kebenarannya.
8.    Operation
       Operasi-operasi pada sistem basis data dan aplikasi-aplikasinya.
9.    Monitoring dan Maintenance
     Selama fase operasi, sistem secara konstan memonitor dan memelihara basis data. Pertambahan dan pengembangan data dan aplikasi-aplikasi software dapat terjadi. Modifikasi dan pengaturan kembali basis data mungkin diperlukan dari waktu ke waktu.

Langkah ke-3 disebut juga perancangan basis data. Langkah 3, 4, dan 5 merupakan bagian dari fase design dan implementation pada siklus kehidupan sistem informasi yang besar. Pada umumnya basis data pada organisasi menjalani seluruh aktifitas-aktifitas siklus kehidupan di atas. Langkah 5 dan 6 tidak berlaku jika basis data dan aplikasi-aplikasinya baru.

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pengumpulan dan analisa data antara lai sebagai berikut.
Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem basis data, pertama-tama harus mengenal bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem basis data, termasuk para pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para pemakai dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.

Aktifitas-aktifitas pengumpulan data dan analisa :

1.  Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya

Menentukan aplikasi utama dan kelompok user yang akan menggunakan basis data. Individu utama pada tiap-tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah-langkah berikutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.

2.  Peninjauan dokumentasi yang ada 

Dokumen yang ada yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi dipelajari dan dianalisa. Dokumen-dokumen lainnya (seperti : kebijaksanaan-kebijaksanaan, form, report, dan bagan organisasi) diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen-dokumen tsb berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.

3.  Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data

Informasi yang sekarang dan yang akan datang dipelajari. Termasuk juga analisa jenis-jenis transaksi dan frekuensi-frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem. Input-output data untuk transaksi-transaksi tsb diperinci.

4.  Daftar pertanyaan dan wawancara

Tuliskan tanggapan-tanggapan dari pertanyaan-pertanyaan  yang telah dikumpulkan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok (individu utama) dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka dengan memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.


Transaction Troughput ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo